Kepolisian (Polres Gowa) Berhasil Mengungkap Pembuatan Dan Peredaran Uang Palsu

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 48.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Mediator Jurnal Tv

Kepolisian Resor (Polres) Gowa dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) Berhasil mengungkap sindikat pemalsuan uang berskala besar di lingkup Kampu Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Sebanyak 17 tersangka telah diamankan, termasuk oknum petinggi UIN Makassar dan oknum pegawai Bank di Makassar. Dengan temuan tersebut, Polda Sulawesi Selatan dan Polres Gowa melakukan Konferensi pers yang digelar Kamis siang (19/12/2024) di Polres Gowa.

Konferensi Perdamaian dihadiri oleh jajaran pejabat penting, antara lain Kapolda Sulsel Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono SH, SIK, MH, MS, Kapolres Gowa RTS Simanjuntak, SH, SIK, MM, MIK perwakilan Bank Indonesia (BI), Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, Bupati Gowa, dan Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sulsel Kombes Jamaluddin Farti, dan Kepala kantor Kementerian Agama Kab.Gowa H. Jamaris.

Barang bukti yang disita dan dipamerkan dalam konferensi pers sangat signifikan. Terdapat mesin cetak uang palsu canggih yang mampu menghindari deteksi sinar-X, puluhan rim kertas khusus untuk pencetakan uang palsu, tinta khusus, dan dua unit kendaraan roda empat yang digunakan para pelaku. Jumlah dan jenis barang bukti ini menunjukkan skala operasi sindikat yang cukup besar dan terorganisir.

Kapolda Sulsel Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono SH, SIK, MH, MS menekankan, bahwa mesin cetak tersebut bukan milik UIN Makassar, melainkan milik pribadi para pelaku. Namun, kampus dimanfaatkan sebagai lokasi produksi tambahan dan penyembunyian barang bukti, menunjukkan betapa liciknya cara sindikat ini beroperasi.

Kapolda Sulsel dan Kapolres Gowa secara tegas meluruskan berbagai isu yang beredar di masyarakat. Mereka menjelaskan bahwa produksi uang palsu awalnya dilakukan di luar kampus, kemudian sebagian bukti dipindahkan ke kampus untuk produksi dan penyimpanan. Klarifikasi ini penting untuk menghindari kesalahpahaman dan menyebarkan informasi yang akurat.

Bank Indonesia (BI) menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Polres Gowa dan Polda Sulsel atas kinerja cepat dan profesional dalam mengungkap sindikat ini. BI juga kembali mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap peredaran uang palsu dan menggunakan metode ā€œ3Dā€ (Dilihat, Diraba, Diterawang) untuk memeriksa keaslian uang.

Keberhasilan Polres Gowa dan seluruh anggotanya dalam mengungkap sindikat uang palsu yang berskala besar ini. Patut mendapat apresiasi yang tertinggi. Kecepatan, ketepatan, dan profesionalisme mereka dalam menjalankan tugas menunjukkan komitmen dan komitmen yang luar biasa dalam menjaga keamanan dan stabilitas ekonomi daerah.

Polda Sulsel berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan pemalsuan uang. Kerja sama dengan berbagai pihak akan terus ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari kejahatan ekonomi. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan setiap tayangan terkait peredaran uang palsu kepada pihak berwajib.

Red.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *