Mediator Jurnal TV
Ruas jalan provinsi poros Sungguminasa-Kota Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kini berada dalam kondisi memprihatinkan dengan banyaknya lubang dan genangan air yang sering muncul, terutama pada musim penghujan. Kondisi ini mengganggu mobilitas masyarakat serta potensi kunjungan wisatawan ke kawasan wisata alam Malino akan semakin menurun.
Dugaan Dana Pemeliharaan Kebiri
Pengguna jalan yang sering melintas di ruas tersebut mengaku bahwa upaya penempelan jalan yang dilakukan sebelumnya tidak memberikan hasil maksimal. “Cuma satu atau dua bulan aja jalan jadi bagus, setelah itu lubangnya muncul lagi. Kayaknya pekerjaannya tidak benar-benar memperbaiki dari akar masalah,” ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Dugaan penyelewengan atau kebocoran dana pemeliharaan rutin jalan yang dikelola oleh Dinas Prasarana Umum dan Bina Marga (PUPR) Provinsi Sulawesi Selatan menjadi titik fokus kekhawatiran publik. Dimana anggarantersebut, tidak jelas peruntukannya
LIN Minta Audit Segera Dilakukan
Korda Lembaga Investigasi Negara (LIN) Sulawesi, Syarifuddin Sultan, menyampaikan bahwa pihaknya menghendaki agar anggaran dana pemeliharaan rutin jalan provinsi segera diaudit oleh lembaga terkait.
“Kita harapkan Inspektorat Provinsi Sulsel atau BPK bisa melakukan pemeriksaan mendalam terkait penggunaan anggaran ini. Tujuannya adalah untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, serta menemukan akar masalah yang menyebabkan kerusakan jalan berulang,” ujar Syarifuddin.
Anggaran Rp430 Juta Telah Disiapkan, Sebagai catatan, pada Desember 2025, Pemprov Sulsel telah menandatangani kontrak preservasi jalan paket 1 dalam rangka Program Multi Years Project (MYP) 2025-2027 dengan total anggaran Rp430,7 miliar. Salah satu ruas jalan yang menjadi prioritas perbaikan adalah jalan Sungguminasa-Malino.
Pewarta: Team Media







