Akibat tak dapat setoran taktis ,Diduga Oknum Anggota Propam main tangan ,tega aniaya Rekan sesama anggota polisi.

Mediator Jurnal TV

Palangkaraya tgl 8 Febuari 2025 .

Miris ,Hp mengalami penganiayaan di ruang propam oleh seorang oknum anggota yang berpangkat IPDA inisial CDR .,Hp di jemput pada hari Selasa tgl 4 Febuari 2025 sekitar jam 20.00 WIB,menurut Hp dirinya di bawa keruang propam dengan tuduhan tidak bayar hutang kepada oknum anggota propam Polda Kalteng tersebut yang berinisial CDR berpangkat IPDA.dalam ruangan propam korban menuturkan via telpon bahwa dirinya di hajar dan di tampar kurang lebih tiga kali ,saya merasa kurang lebih tiga kali di tampar ,sampai saya berkata kata cukup nda sakit saya Ndan ,udah Ndan ucapnya menuturkan kepada Ketua Tim lapangan melalui via telpon WhatsApp nya .

Akibat perbuatan yang di lakukan oleh oknum anggota propam Polda Kalteng tersebut korban pun harus melakukan Visum pada hari Jumat malam ,di dampingi Tim Paminal Polda Kalteng yang bergerak Cepat merespon adanya berita berita Viral yang mengakibatkan terjadinya dugaan penganiayaan tersebut ,pihak Paminal Polda Kalteng Respon sangat baik ucap Korban ,saya di dampingi Tiga anggota Paminal buat Adakan Visum tadi malam ,tuturnya .

Dari beberapa keterangan yang berhasil di himpun awak media terkait motif serta dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang oknum anggota berpangkat IPDA dari Propam tersebut awak media mendapatkan beberapa info yang cukup unik ,salah satunya adalah ,keterangan adanya uang Titipan baut di kembangkan sebagai Bisnis ,menurut Korban uang Bu Kapolsek Pahandut ada di titipkan senilai 40 juta dan sudah di setorkan kepada Bu Kapolsek empat kali senilai 10 juta rupiah perbulan alhasil kerjasama dalam bisnis BBM yang di angkut keluar daerah kota Palangka Raya.

Tidak hanya itu korban juga menuturkan bahwa Oknum IPDA CDR ada menitipkan uang pribadinya senilai 15 juta yang intinya juga sama buat berbisnis bagi hasil ,saya udah setor berkali kali kali pula kepada oknum Anggota Propam IPDA CDR tersebut ,tutur korban .,namun berhubung kondisi saya sedang dalam masalah,apa lagi ortu saya habis sakit ,saya gak bisa lagi melanjutkan bisnis tersebut ,termasuk kepada ibu Kapolsek ,saya ini apa lah hanya orang suruhan Bu Kapolsek dan oknum Anggota Propam tersebut ucapnya .

Mungkin karna saya tak ada setoran lagi maka Bu Kapolsek gerah dan geram kepada saya ,sehingga tega di buat begini melalui tangan Oknum anggota Propam tersebut .

Korban menuturkan tidak keberatan bila di tanya baik baik masalah hutang dan akan tetap bayar ,namun saya sangat keberatan apa bila masalah hutang uang taktis bisnis bersama saya harus di aniaya seperti ini jujur saya keberatan ,saya manusia bukan binatang ,masih punya hati .,ucapnya kepada awak media melalui via telpon nya .

Terkait hasil pemeriksaan dan Visum yang di adakan pada hari Jum’at malam sekitar pukul 20.00 wib ,korban masih belum ada memberikan info lebih lanjut.

Korban hanya berharap agar bisa mendapatkan keadilan yang sebenarnya ,jika memang saya salah saya siap di hukum ,namun intinya permasalahan ini terjadi hanya karna masalah hutang piutang yang harusnya kami selesaikan secara baik baik antar interen saya bersama Bu Kapolsek Pahandut Volpi Apriana serta bersama Oknum Ipda CDR tersebut .

Sayang sayangkan Sikap dan perbuatan yang mereka lakukan terhadap saya ,harus melakukan perbuatan yang sangat memalukan sehingga Viral seperti ini ,saya ucapkan Terima kasih banyak kepada Aparat Penegak Hukum Paminal Polda Kalteng yang udah datang kerumah saya serta membawa saya buat adakan cek kesehatan saya dengan cara Visum.,tutur korban

Besar harapan saya agar Oknum Anggota Propam yang berangkat Ipda tersebut segera di proses dan di tindak tegas bersama Orang yang menyuruhnya menganiaya saya .tegasnya .

Oknum Ipda CDR yang di duga melakukan perbuatan penganiayaan tersebut telah di hubungi berulang kali via telpon WhatsApp nya namun belum ada jawaban sama sekali .

Begitu juga dengan Bu Kapolsek yang di tuturkan juga terlibat saya mohon agar di panggil dan di periksa juga karna ini merugikan saya tegasnya .

Bu Kapolsek Pahandut kota Palangka Raya Kalteng Kompol Volpi Apriana telah di hubungi awak media berulang kali via telpon. Whatsap ya agar bisa konfirmasi namun tak pernah ada respon sedikitpun

Penulis : Irawatie

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *