Bagaimana Nasib Ribuan Tenaga Honorer di Wajo Tahun 2025.

Wajo Mediator Jurnal TV- Hingga Januari 2025, nasib ribuan tenaga honorer di Kabupaten Wajo tak kunjung mendapatkan titik terang.

Bahkan setelah Mendagri menegaskan agar setiap daerah melaksanakan mandat pengangkatan pegawai Non-ASN, baik sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

ribuan tenaga honorer telah mengikuti Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 1.

Langkah tersebut belum berhasil memastikan nasib ribuan tenaga honorer di Kabupaten Wajo.

formasi yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Waio terbilang nihil.

Dari ribuan tenaga honorer, hanya 250 yang akan diangkat Pemkab menjadi PPPK.
Rinciannya, 130 Guru, 80 Tenaga Kesehatan dan 40 Tenaga Teknis.

Angka itu dinilai tak sebanding dengan ribuan tenaga honorer. Bahkan beberapa diantara mereka ada yang telah mengabdikan diri hingga berpuluh-puluh tahun.

Seperti yang dirasakan seorang tenaga Honorer di salah satu Organisasi Perangkat Daerah di lingkup Pemkab Wajo.

Sebut saja namanya Ina (bukan nama asli). Hingga saat ini, nasibnya pun tak tentu.

Ina, bahkan telah berkali-kali mengikuti seleksi baik CPNS maupun PPPK.

Selain takdir Tuhan, salah satu sebab yang menutup langkah Ina menjadi Aparatur Negara adalah rumitnya aturan yang ditetapkan.

Aturan yang dimaksud yakni pengusulan formasi yang tidak melibatkan masing-masing kepala OPD, hanya petinggi kebijakan saja.

Hal itu dianggap fatal, sebab diduga ada indikasi pengaturan formasi dengan menunjuk dan menempatkan orang tertentu.

Sehingga, sangat disayangkan apabil hal itu diduga dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo.

“Sudah puluhan tahun saya di sini, status saya tidak ada kejelasan. Karena, hanya sedikit saja yang diterima,” paparnya.

“Harusnya ada perlakuan khusus kepada kami yang bertahun-tahun mengabdi. Pemerintah harus jeli mempertimbangkan hal ini,” tambahnya.

Di sisi lain, Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Wajo, Syamsul Bahri hingga saat ini belum memberi keterangan terkait hal di atas.

Begitupun dengan Sekretaris Daerah Wajo, Armayani juga tak kunjung berbicara.
Laporan:(Darmansyah).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *