CAMAT BONTOLEMPANGAN MALAS MASUK BERKANTOR

Gowa, MEDIATOR JURNAL.TV

Camat seakan tidak menyadari posisinya sebagai perpanjangan tangan pemerintah Kab. Gowa di wilayah kecamatan Bontolempangan. Camat yang diduga jarang masuk berkantor tersebut, lupa dengan tugas pokoknya sebaga ASN. Bahkan dalam seminggu tidak masuk kantor untuk melakukan aktivitas melayani masyarakat Kecamatan Bontolempangan.

Menurut Sumber yang enggan namanya dipublikasikan Kepada Mediatorjurnal TV. Mengaku pelayanan publik tidak berjalan normal sebagai harapan masyarakat Bontolempang. Di sebabkan camat Bontolempangan tidak ada di wilayah kerjanya. Dengan malas berkantor maka aktivitas pelayanan publik pun tidak lancar,” ungkapnya.

Kehadiran Camat Bontolempangan dalam satu bulan bisa dihitung jari. Sebagai warga Bontolempangan saya kecewa. Camat yang sekarang tidak disiplin, jarang diliat di kantornya. Warga pun berharap ada perhatian dari aparat penegak tentang kedisplinan ASN. Sebab, jika kebiasaan camat jarang masuk kantor dibiarkan, bisa merugikan warga.

Selain itu, sebagai camat Bontolempangan juga menjabat Sebagai Pelaksana Tugas di Dua Desa, yaitu Desa Bontolempangan bersama dengan Desa Julumate’ne. Disiplin Pegawai Negeri Sipil adalah kesanggupan Pegawai Negeri Sipil untuk mentaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang undangan dan/atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin.

Dikomfirmasi melalui akun washaapnya, nomor Camat Bontolempangan tidak dapat dihubungi. Dan salah satu aktivis yang berasal dari Paranglompoa memberikan komentarnya tentang kinerja Camat Bontolempangan Syarifuddin ST. Menurut dia, “jika Camat yang saya sendiri tidak mengenal nama lengkapnya tersebut. Kemungkinan besar kurang dikenali masyarakat Bontolempangan, ucapnya

Syarifuddin menambahkan, karakter Camat Bontolempangan yang baru ini, seperti menganggap di kecamatan Bontolempangan itu kurang kritis SDM nya. Sehingga sesuka hatinya mau masuk kantor, walaupun banyak yang membutuhkannya di kantor Camat Bontolempangan. Sehingga kapasitasnya sebagai Camat tidak dapat terlaksana sebagaimana harapan masyarakat.

Apalagi jika dia merangkap jabatan pelaksana tugas dua desa. Tugas Camat aja tidak beres, apalagi menjabat dua kepala desa. Seharusnya diberdayakan sendernya yang juga masih ASN tersebut. Saya harap Camat jangan terlalu serakah, namun kemampuannya terbatas, ungkapnya

Ironisnya rumah dinas di samping kantor camat tidak terbuka di sebabkan camat Bontolempangan membawah kuncinya jadi pegawai dan staf tidak pernah penempati di saat jam istirahat. Diduga Camat Bontolempangan ikut politik praktis, sehingga jarang ada dikantor.

@MJTV

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *