Mediator Jurnal TV
JAKARTA – Suasana bulan suci Ramadan mulai terasa kental dan penuh semarak di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sejak beberapa pekan puasa berjalan, wilayah ini tampak semakin hiruk pikuk dan padat oleh aktivitas warga yang sibuk mempersiapkan kebutuhan berbuka puasa maupun makan sahur.
Pantauan di lokasi menunjukkan, keramaian terpusat di sejumlah titik strategis, mulai dari area pasar tradisional, pinggiran jalan yang dipadati pedagang kaki lima, hingga area sekitar masjid-masjid besar dan kompleks perkantoran di kawasan tersebut.
Menjelang waktu berbuka puasa, jalanan di sekitar Tanjung Priok dipenuhi pengunjung yang berburu takjil dan makanan berat. Beragam menu buka puasa, mulai dari kolak, es campur, gorengan, hingga nasi kebuli dan sate, dijajah berderet, menarik perhatian warga yang baru selesai beraktivitas maupun yang sengaja datang berbelanja untuk dibawa pulang ke rumah. Suasana semakin meriah dengan suara tawar-menawar dan aroma masakan yang menggugah selera.
Tak hanya untuk buka puasa, kesibukan juga terlihat jelang waktu sahur. Banyak warga yang memanfaatkan layanan makanan siap saji atau membeli bahan makanan matang agar praktis untuk disajikan saat bangun sahur. Selain itu, area sekitar masjid juga menjadi titik kumpul, di mana selain untuk beribadah, banyak warga yang berbagi makanan atau membeli bekal sahur di sekitar area ibadah tersebut.
Kawasan perkantoran di Tanjung Priok juga turut meramaikan suasana Ramadan. Para pekerja kantoran sering kali berkumpul untuk berbuka puasa bersama di kantin atau tempat makan sekitar area kerja, menambah kepadatan lalu lintas dan keramaian di sekitar lokasi pada sore hari.
Seorang warga yang sedang berbelanja kebutuhan sahur mengaku tidak keberatan dengan keramaian ini. “Memang setiap tahun Ramadan di sini ramai sekali, tapi justru suasananya jadi khas dan meriah. Meskipun agak padat, tapi ini jadi bagian dari kebersamaan menyambut bulan suci,” ujarnya.
Kemacetan lalu lintas pun tak terelakkan akibat lonjakan aktivitas ini, namun hal tersebut seolah menjadi konsekuensi yang biasa diterima warga demi mendapatkan kebutuhan Ramadan dan menikmati suasana khas bulan puasa di kawasan Tanjung Priok. Hingga saat ini, aktivitas warga di kawasan tersebut tetap berjalan lancar meski dalam nuansa yang sangat sibuk dan penuh warna.
Pewarta: Toni Hermanto


