Gowa, MEDIATOR JURNAL TV
Pupuk adalah salah komponen dalam peningkatan para petani mengolah hasil usaha pertanian yang mereka kerjakan. Namun usaha tersebut tidak dapat memenuhi harapan mereka, jika kebutuhan pupuk tidak seimbang dengan apa yang mereka tanam di sawah maupun di ladang mereka.
Salah seorang petani di dataran tinggi Kab. Gowa Ahmad melalui media ini menyampaikan. Jika kebutuhan pokok para petani adalah ketersediaan pupuk. Jika memenuhi kebutuhan petani, maka hasil pekerjaan pertanian kami akan terlihat juga hasilnya, ucapnya
Dia menambahkan, jika pupuk bersubsidi itu kami tidak mendapatkan lagi. Alasannya, semua kelompok tani yang dibentuk, harus berbadan hukum. Sementara kami yang kerjanya di ladang dan sawah, masih kurang memahami pengurusan badan hukum tersebut. Sehingga kami hanya sebagai petani yang membeli pupuk bersubsidi dengan harga umum 175 ribu hingga 250 ribu persak nya, ucap Ahmad
Dari hasil pantauan di reservoir pupuk, banyak agen pupuk bersubsidi yang di tampung dan dijual dengan harga yang tinggi. Diduga distributor yang ditunjuk dinas tidak mau pusing. Sehingga pupuk tersebut di bongkar di agen pengecer yang bisa dibayar dengan tunai.

Kepala Dinas Pertanian Kab. Gowa Dr. MUH. FAJARUDDIN, MM yang di konfirmasi di kantornya 25 Januari 2024. Tidak dapat ditemui, karena lagi ada rapat di kantor bupati Gowa. Namun chat melalui washaapp dibalas pada tanggal dan jam [25/1 20.56].
Kadis Pertanian Gowa yang biasa disapa Fajar, melalui akun Washaapp nya mengatakan. “Dinas dalam hal sudah maksimal mengadakan sosialisasi terkait regulasi. Tetang pupuk bersubsidi sudah bekerja dengan baik dan pengawalan di lapangan dan memang perlu sinergitas antara Dinas Perindag,
Untuk jatah atau kuota sekarang untuk petani, diperkirakan cukup yang penting pemupukannya tidak berlebihan. Akan diatur dengan baik bersama para pengecer dan penyuluh dilapangan.
Yang tidak dapat sama sekali diminta bersabar, karena akan dimasukkan kembali di E. RDKK dan akan diakomodir dimusim tanam berikut. Karena adanya tambahan kuota dari kementan sebesar 2.5 juta ton. Berdasarkan surat menteri pertanian ke masing-masing kabupaten, ucap Kadis pertanian Gowa mengakhiri.
Red. MJTV







