Gowa, MEDITATOR JURNAL TV
Hasil investigasi dan pemantauan media ini di SMAN 10 Gowa. Kondisi plafon setiap ruangan kelas di SMAN 10 Gowa sangat memperhatinkan dan membahayakan siswa-siswi yang melaksanakan proses belajar mengajar.
Serupa dengan hal tersebut di atas, media mencoba untuk menemui Kepala sekolah SMAN 10 Gowa Ansar. Namun saat ingin ditemui, Ansar masih ada tamu dan tidak dapat ditemui.
Beberapa informasi yang didapatkan di lokasi sekolah. Diantaranya pembangunan masjid yang menggunakan anggaran pungutan seribu rupiah setiap harinya dari 700 siswa-siswi SMAN 10 Gowa.

Namun hingga saat ini masjid sekolah SMAN 10 Gowa tersebut, baru terbentuk sebatas tiang pilar dan ringbalok dari beton.
Setelah beberapa menit kemudian, Ansar (Kepala Sekolah SMAN 10 Gowa) menghubungi media ini melalui telepon selulernya. Dan mengatakan, jika kondisi sekolah seperti itu, karena dana sekolah untuk renovasi plafon sama sekali tidak ada, ucapnya melalui telepon seluler
Selain itu, Ansar menjelaskan tentang dana seribu rupiah setiap hari dari siswa-siswi. Itu sumbangan sukarela dan bukan kewajiban. Dari kurang lebih 700 siswa-siswi SMAN 10 Gowa, Ansar mengakui hanya menerima 150 ribu tiap hari sumbangan sukarela dari siswa-siswi, ucapnya.

Korda Lembaga Investigasi Negara (LIN) SulSelbar Syarifuddin ST, sangat menayangkan melihat kondisi plafon sekolah tersebut. Dimana setiap saat dapat menimpa anak siswa-siswi dalam melakukan proses belajar mengajar, ucapnya
Dia meminta kepada pemerintah untuk menagani masalah tersebut sebelum adanya korba tertimpa reruntuhan plafon di saat belajar. Jika menunggu alokasi dana untuk itu, maka tidak menutup kemungkinan akan ada korban dari anak-anak kita yang belajar di kelas plafonnya akan mau lepas setiap saat, tegas Korda LIN
Team Investigasi/Red







