MDA AMBIL LANGKAH UNTUK PASTIKAN FIRST GOLD DI 2026

Belopa, Mediator Jurnal TV

12 September 2024 – PT Masmindo Dwi Area (MDA) berkomitmen untuk
melanjutkan tahap strategis Proyek Awak Mas di Kecamatan Latimojong, Luwu,
Sulawesi Selatan. Beberapa waktu lalu, MDA menggelar sosialisasi tahap pertama
terkait kegiatan pra-konstruksi yang dihadiri oleh pemilik atau penggarap lahan yang
belum dibebaskan lahannya, perwakilan MDA, pemangku kepentingan di desa dan
kecamatan, serta aparat penegak hukum dari kepolisian setempat hingga kejaksaan
negeri Kabupaten Luwu.

Dijelaskan bahwa MDA akan terus melanjutkan kegiatan pra-
konstruksi sambil terus melakukan upaya pembebasan dan pembayaran ganti rugi atas
lahan agar investasi bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara umum.
MDA telah beberapa kali melakukan mediasi terhadap pemilik lahan, namun selalu
menemui kendala terkait permintaan harga yang tinggi.

Pada akhirnya MDA mengambil
langkah strategis dengan menitipkan dana di Bank Mandiri KCP Belopa yang
dikhususkan untuk pembayaran ganti rugi terhadap seluruh tanam tumbuh dan/atau
lahan yang belum dibebaskan yang telah dihitung berdasarkan riset penilaian Kantor
Jasa Penilai Publik (KJPP) atas nilai ganti rugi tanam tumbuh.

Hal ini membuktikan
ketersediaan dana dan kesanggupan MDA dalam melakukan pembebasan lahan dan
para pemilik ataupun penggarap lahan yang ingin segera menerima pembayaran ganti
rugi dapat menempuh prosesnya dengan cepat. Sementara proses itu berjalan, MDA
akan terus menjalankan kegiatan operasional di lahan-lahan yang termasuk di dalam
wilayah Kontrak Karya MDA.

Kepala Seksi Perdata & Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejaksaan Negeri Luwu Muh.
Hendra S, S.H menekankan pentingnya penyelesaian secara musyawarah. Menurutnya, perihal harga sudah memiliki acuan yang jelas dari tim penilai, yaitu KJPP.

“Jika menemui
jalan buntu, langkah terakhir adalah penyelesaian melalui pengadilan, di mana
keputusan pengadilan harus diterima oleh kedua belah pihak. Harganya bisa saja
berubah dari kesepakatan awal atau kembali ke harga dasar yang ditetapkan oleh KJPP,”
jelasnya.

“Hendra nambahkan bahwa land clearing dapat tetap dijalankan oleh MDA
bersamaan dengan berlangsungya proses pengadilan. MDA yakin proyek Awak Mas akan memberi kontribusi jangka panjang bagi Kabupaten Luwu yang nantinya akan memberikan manfaat bukan hanya untuk pertumbuhan ekonomi lokal, melainkan juga bisa memperkuat kapasitas fiskal daerah. Harapan besarnya adalah proyek ini dapat menjadi salah satu pilar penggerak kemajuan daerah, terutama dalam situasi ekonomi Luwu yang membutuhkan terobosan.

Karena itu MDA mengharapkan dukungan dari seluruh pihak, mulai dari masyarakat
setempat, pemangku kepentingan, hingga aparat penegak hukum, agar operasional pra-
konstruksi ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai harapan.

Caca MDA Humas/Red

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *