Memilukan!! Warga Bawa Jenazah ke TPU Gunakan Rakit Bambu.

Bengkulu Selatan, MEDIATOR JURNAL TV

Sabtu , 16 Mar 2024 – 15:23
Sungguh memilukan, warga Desa Tanjung Aur II Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) membawa jenazah ke tempat pemakaman umum (TPU) menggunakan rakit.
Warga terpaksa menggunakan rakit ke TPU yang lokasinya di seberang sungai air pino. Dikarenakan jembatan gantung yang biasa digunakan sudah rusak berat.
Warga sudah tidak berani melewati jembatan tersebut karna sudah tidak memungkin kan untuk di lewati. .

“Karena jembatan sudah rusak, terpaksa warga harus menyeberangi sungai ke TPU dengan menggunakan rakit,” kata Sulaiman seorang pelayat yang ikut ke lokasi pemakaman.
Sehingga, warga beramai-ramai membawa jenazah ke TPU yang ada di seberang sungai.

Tampak, sebagian warga ada yang berada di depan menarik rakit dan ada juga yang berada di belakang untuk mendorong rakit.
Juga ada yang berada di atas rakit untuk menjaga keranda mayat almarhum agar tidak terjatuh, menuju seberang sungai ke TPU.

Sulaiman mengaku, jika kejadian seperti itu bukan sekali ini saja, bahkan yang ia tahu sudah dua kali dengan hari ini warga membawa jenazah ke TPU menggunakan rakit.
” Sepentahuan saya sudah dua kali dengan ini warga menggunakan rakit ke TPU untuk memakamkan kerabatnya yang meninggal karena kondisi jembatan yang rusak,” ujarnya.

Sementara itu, wakil DPD LIN provinsi bengkulu Agusian sangat menyayangkan kondisi jembatan gantung Desa Tanjung Aur II, Pino Raya bengkulu selatan beluau menghimbau agar pemerintah kabupatan bengkulu selatan segera memperbaki jembatan tersebut

Kepala Desa Yadi membenarkan, jika warganya harus menggunakan rakit untuk membawa jenazah ke TPU lantaran lokasi TPU berada di seberang sungai.
Ia mengaku, kondisi tersebut terpaksa dilakukan warga karena jembatan gantung sebagai akses ke TPU sudah rusak.
. ( yoni)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *