Sidrap, Mediator Jurnal TV
Kasus Eksekusi lahan di Desa Kalosi Kec. Dua Putue Kab. Sidenreng Rappang. Dimana eksekusi duhadiri Kapolres Sidrap, dan unsur pemerintahan kec. Dua Pitue dan jajaran polsek Dua Pitue 14 juni 2024 yang lalu. Namun sampai saat ini, lahan tersebut tidak pernah dikuasai oleh pemilik yang sah. Sebaliknya masih dikuasa oleh penggarap yang lama.
Hasil penelusuran media di lokasi lahan, menemukan informasi. Jika lahan tersebut telah diatur oleh oknum Polsek Dua Pitue. Di mana masyarakat menuturkan, jika disampaikan tidak ada yang boleh menggarap sawah tersebut. Selain papan bicara eksekusi, sehari saja terpasang di lokasi sudah hilang tak tahu siapa pelakunya.
Berselang beberapa hari setelah eksekusi, ada penggarap yang mengerjakan sawah tersebut. Katanya hasilnya akan diberikan sama kepela Desa Kalosi yang menjabat. Setelah dikonfirmasi, Ibu Desa Kalosi tidak mengakui menerima hasil sama sekali dari garapan sawah tersebut.

Syarifuddin Sultan Korea Lembaga Investigasi Nagara Sulawesi Selatan dan Barat. Yang turun langsung meninjau lokasi sawah tersebut. Menanggapi dan menduga, jika hal ini terjadi. Karena adanya oknum Polsek Dua Pitue yang diduga menjadi mafia dan memprovokasi serta membekengi pihak lawan untuk menghalangi pihak pemilik tanah yang sebenarnya, ucap Syarifuddin menganalisa
Dia menambahkan, oknum Polsek Dua Pitue saat eksekusi menurut masyarakat ikut hadir. Namun sebagai aparatur hukum negara, semestinya ikut mengamankan aset eksekusi lahan tersebut dan memberikan kepada pemilik yang sah. Bukannya memanfaatkan lahan milik orang lain untuk keuntungan pribadi, tegas Korda LIN
Insya Allah, jika bukti rekaman wawancara dengan semua pihak terkait eksekusi lahan tersebut. Akan kami ajukan somasi ke propan Polri di jakarta. Agar oknum oknum Polri yang seperti itu dibersihkan dari institusi kepolisian. Jangan sampai oknum seperti itu, merusak citra baik institusi kepolisian. Anda digaji oleh negara dengan segala bentuk pasilitas dan tunjangan dari pajak rakyat. Bertujuan bekerja untuk rakyat, jangan jugalah serakah untuk membuatulah yang tidak simpati kepada rakyat, tegasnya.
Dengan terbitnya berita ini, kami menunggu gak jawab dari oknum terkait
Tim Investigasi/Redaksi







