Seluma, Mediator jurnal tv —
Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) merupakan lembaga usaha sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa, dikelola oleh Bumdes bersama masyarakat desa.
Tujuannya adalah untuk memberdayakan, meningkatkan pelayanan, dan mengembangkan usaha ekonomi desa demi kesejahteraan masyarakat.
Lain halnya dengan Bumdes Jaya Mandiri di Desa Pinju Layang Kecamatan Semidang Alas (SA) Kabupaten Seluma, diduga adanya penyimpangan dana Bumdes dalam pengelolaannya.
Menurut narasumber yang namanya tidak berkenan dipublikasikan mengatakan, pada pengelolaan dana BUMDES tahun 2025 ini yang di gunakan untuk ketahan pangan berupa perkebunan cabai seluas 8000M² dengan pagu dana yang sangat pantastis sebesar 142.000.000 juta.
hal ini menimbulkan kontroversi pertanyaan apakah akan balik modal ? Apakah tidak terlalu tinggi modalnya ? padahal lahannya tidak sampai 1 hektare menurut masyarakat.
Berdasarkan Keterangan ketua BUMDes Jaya Mandiri Habiburrahman Nudin setelah di wawancara awak media ini, Menjelaskan, untuk pekerja ada 200 harian orang kerja (HOK) dengan upah 100.000 ribu rupiah / orang, Bibit yang di sediakan 19 kampil jenis hibrida F1 tangguh dengan estimasi biaya 265.000, isi perkampil 1700 biji, pupuk tanah jenis dalamit 10 sak estimasi harga 85.000 /sak, pupuk +obat kimia estimasi biaya 850.000 / sak, sewa alat berat 14.000.000. juta upah pekerjaan penggemburan 700.000 / skat, sewa lahan 12.000.000. juta biaya perawatan 50.000.000 – 90.000.000 juta dengan sub total kurang lebih 142.000.000 juta, ” Ujarnya pada awak media.
“modal pertanian cabai keriting di lahan 8000 m² diperlukan informasi lebih detail mengenai biaya produksi. “Namun, secara umum, biaya tanam cabai per hektar (10.000 m²) berkisar antara Rp27–48 juta, Untuk lahan 8000 m² perkiraan modalnya adalah sekitar 80% dari biaya per hektar,” menurut Rumah Mesin.
” menurut petani lokal untuk 8000 m² Perkiraan Modal Biaya Persiapan Lahan, Bibit, Pupuk, Obat-obatan,Tenaga Kerja
Sistem Irigasi, Penyusutan Alat dan Bangunan, serta Biaya Tak Terduga berkisar Rp51 – 60 juta.
” Biaya yang digelontorkan BUMDes sangat beda jauh dengan estimasi modal petani cabai biasanya, Ada apa? Diharapkan pada pihak-pihak terkait untuk segera mengusut tuntas prihal dugaan masyarakat ini.
Sampai berita ini diterbitkan kompermasi kepada pihak terkait masih di upayakan
pewarta (yoni)







