Mediator Jurnal TV
MAKASSAR, Rapat penetapan Upah Minimum Kota (UMK) 2026 yang dilaksanakan di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makassar, Jl. A.P Pettarani, harus dihentikan sementara setelah terjadi aksi kericuhan oleh sekelompok anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Insiden ini mengakibatkan rusaknya pintu ruang rapat Disnaker Kota Makassar.
Kericuhan bermula ketika perwakilan dari FSPMI menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap usulan upah yang dianggap terlalu lama ditetapkan. Suasana memanas ketika perdebatan yang awalnya verbal berubah menjadi aksi dorong-mendorong di luar ruang rapat. Akibatnya, pintu ruang rapat mengalami kerusakan dan pertemuan harus dihentikan sementara untuk menenangkan situasi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar, Nielma Palamba menyatakan kekecewaannya atas aksi tersebut. “Kami selalu berusaha untuk mendengarkan dan mempertimbangkan semua masukan dari pihak pekerja. Namun, tindakan kekerasan tidak bisa dibenarkan dan sudah seharusnya kita menyelesaikan perbedaan pendapat dengan dialog yang konstruktif,” ujarnya.

Sementara pihak Serikat buruh menyuarakan kekecewaan buruh yang sudah merasa tertekan dengan kondisi ekonomi saat ini. “Kami sebenarnya tidak berniat untuk merusak atau membuat kerusuhan, tetapi kami ingin suara kami benar-benar didengar dan dipertimbangkan,” katanya
Rapat penetapan UMK 2026 akan dijadwalkan ulang setelah situasi kondusif dan semua pihak sepakat untuk melanjutkan diskusi dengan lebih tenang. Disnaker Kota Makassar berjanji untuk memperketat pengamanan di sekitar lokasi rapat agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, mereka juga berkomitmen untuk melibatkan lebih banyak pihak dalam diskusi ini agar keputusan yang diambil dapat lebih diterima oleh seluruh pemangku kepentingan.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya komunikasi yang baik dan pendekatan dialogis dalam menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia. Harapannya, ke depan semua pihak dapat bekerja sama lebih baik demi kesejahteraan pekerja dan kemajuan ekonomi kota Makassar.
Pewarta:Team media







