Sinergi Satu Komando: LHI Perkuat Marwah Organisasi Melalui Halal Bihalal dan Pembekalan AD/ART

​JAKARTA – Mediator Jurnal TV
Mengawali semangat baru pasca-Ramadhan, Dewan Pimpinan Pusat Laskar Hukum Indonesia (DPP LHI) menyelenggarakan agenda strategis bertajuk “Halal Bihalal dan Pembekalan AD/ART” pada Minggu, 29 Maret 2026.

Pertemuan ini menjadi momentum krusial dalam mempertegas integritas dan arah perjuangan organisasi di bawah kepemimpinan Ketua Umum Edy Imran.

​Dalam arahannya, Ketum Edy Imran menekankan pentingnya filosofi “Berbuat Dahulu, Dikenal Kemudian.” Ia menginstruksikan seluruh kader untuk bergerak nyata di tengah masyarakat dengan tetap berpijak pada koridor hukum dan aturan organisasi yang berlaku.

​Poin Strategis Penguatan Organisasi
​Berdasarkan hasil notulensi, terdapat beberapa pilar utama yang menjadi fokus pengembangan LHI ke depan:
​Standardisasi Operasional (SOP): Penajaman Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang akan dilengkapi dengan Peraturan Organisasi (PO) yang lebih teknis.

Hal ini bertujuan agar implementasi di lapangan, khususnya bagi DPD dan DPC, memiliki landasan hukum yang presisi dan tidak multitafsir.
​Struktur Organisasi Kolektif: LHI mendorong penguatan struktur dari tingkat pusat hingga daerah dengan konsep “One Comando”.

Menariknya, LHI juga membuka ruang kolaborasi dengan melibatkan unsur pimpinan daerah (Gubernur/Muspida) sebagai Dewan Pembina di tingkat wilayah guna meningkatkan sinergi kelembagaan.
​Advokasi Berbasis Integritas: Dalam penanganan kasus, LHI menerapkan standar kurasi yang ketat. Kader diminta jeli memetakan klien dan lawan, serta memprioritaskan kasus dengan tingkat kebenaran objektif minimal 60%.

Jika tim daerah memerlukan dukungan tambahan, tim advokat DPP siap mengawal secara penuh.
​Visi Sosial (Subsidi Silang): LHI berkomitmen menjadi solusi bagi masyarakat melalui sistem subsidi silang dalam bantuan hukum, yang didasarkan pada kondisi objektif klien tanpa meninggalkan profesionalisme.
​Pesan Moral: Menang Tanpa Merendahkan
​Pertemuan tersebut ditutup dengan pesan reflektif yang mendalam. Penegak hukum dan kader LHI diingatkan untuk tidak hanya mengejar kemenangan legal formal, tetapi juga menjaga etika profesi.

​”Tetaplah melakukan kebenaran dan kebaikan. Jadikan perjuangan ini sebagai bekal di akhirat. Kalahkan lawan tanpa lawan merasakan kalah—tetap elegan dan profesional.”

​Dengan terselenggaranya agenda ini, Laskar Hukum Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai organisasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati sosial yang tinggi dan integritas yang tak tergoyahkan.

​Notulis: Anastasia (LHI DPP)
HUMAS & KERJASAMA

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *