Upaya Pencegahan Bau Amoniak di Lingkungan Ternak melalui Aplikasi Obat Khusus

Gowa, Tanakaraeng, Mediator Jurnal TV

Agustus 2025 — Di tengah riuh suara ayam, Andin dan mahasiswa KKN memulai sosialisasi singkat tentang cara mengaplikasikan obat penetral bau amoniak. Bersama pak Taufik selaku ABK siap mempraktikkan langkah demi langkah.
“Pak Taufik, kita mulai dari membersihkan kotoran yang terlalu basah ya. Itu sumber utama amoniak,” kata Andin sambil menunjuk fases yang menggumpal.

Setelah pembersihan, Andin mengeluarkan kemasan obat. Ia menuang takaran sesuai petunjuk ke dalam ember berisi air bersih. “Pencampuran harus merata, supaya penyemprotan nanti efektif,” jelasnya sambil mengaduk.

Tahap berikutnya, larutan dimasukkan ke sprayer gendong. “Kita semprot di area lantai, dinding bawah, dan bagian yang sering terkena kotoran ayam,” ujar Andin. Tim KKN mulai menyemprot perlahan, memastikan setiap sudut kandang terlapisi tipis larutan.

Selesai penyemprotan, Andin mengukur dengan cara sederhana menggunakan indera penciuman. “Sekarang kita catat hasil awal, nanti bandingkan lagi setelah 24 jam,” katanya.

Pak Taufik mengangguk puas. “Kalau prosesnya jelas begini, saya bisa lakukan tiap minggu,” ujarnya.

Kegiatan ini bukan hanya mengurangi bau, tapi juga bagian dari pembiasaan proses pemeliharaan lingkungan kandang:

  1. Pembersihan awal
  2. ⁠Pencampuran larutan obat
  3. ⁠Penyemprotan teratur
  4. ⁠Pengukuran atau pencatatan hasil

Dengan kolaborasi seperti ini, desa diharapkan bisa menjadi contoh penerapan teknologi sederhana namun efektif untuk peternakan yang lebih ramah lingkungan.

Pewarta: Andini

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *