MAKASSAR – Mediator Jurnal TV
Wajah peta perdagangan dan tata ruang Kota Makassar kembali mengalami pembaruan besar. Bekas kawasan Terminal Mallengkeri yang selama ini dikenal sebagai pusat angkutan umum, secara resmi akan beralih fungsi menjadi Pasar Mallengkeri. Langkah strategis ini menjadi bagian dari program penataan ulang pasar tradisional dan pembenahan infrastruktur ekonomi kota, di mana sejumlah pasar yang dinilai sudah tidak layak beroperasi akan direlokasi ke lokasi baru ini.
Salah satu pasar yang dipastikan akan dipindahkan adalah Pasar Kalimbu yang berlokasi di Jalan Veteran, Makassar. Keputusan pemindahan ini bukan tanpa dasar, melainkan hasil dari serangkaian kajian teknis dan verifikasi lapangan yang telah dilakukan oleh tim terkait.
Berdasarkan hasil verifikasi di lokasi, Pasar Kalimbu dinilai sudah tidak lagi memenuhi standar kelayakan sebagai pusat pelayanan ekonomi. Berbagai aspek seperti kondisi bangunan yang sudah tua dan rawan bahaya, tata ruang yang semrawut, sistem drainase yang tidak lagi memadai, hingga tidak tersedianya akses dan fasilitas penunjang yang layak, menjadi alasan utama mengapa pasar tersebut harus dihentikan fungsinya dan dipindahkan ke lokasi baru yang lebih representatif.
Konfirmasi Resmi dan Anggaran Teralokasi
Menanggapi rencana besar ini, Ketua Divisi 13 Tetta Lili, saat dikonfirmasi di lokasi, membenarkan secara resmi perihal perubahan fungsi Terminal Mallengkeri menjadi Pasar Mallengkeri. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini telah melewati pembahasan mendalam dan telah mendapatkan kepastian pendanaan.
“Benar adanya, kawasan Terminal Mallengkeri ini akan kita alihfungsikan menjadi Pasar Mallengkeri. Rencana ini sudah final, dan alokasi anggaran pembangunannya pun sudah disiapkan serta telah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar,” tegasnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, alasan peralihan fungsi ini didasari oleh pertimbangan efektivitas pemanfaatan aset daerah. Mengingat fungsi terminal penumpang yang di lokasi tersebut sudah tidak lagi optimal, maka dialihkan menjadi pusat perdagangan dinilai sebagai solusi paling tepat untuk menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi di kawasan tersebut.
Selain Pasar Kalimbu, rencananya sejumlah pasar tradisional lainnya yang tersebar di wilayah Kota Makassar dan mengalami permasalahan serupa (tidak layak, padat, dan tidak tertata) juga akan dikonsolidasikan dan direlokasi ke Pasar Mallengkeri ini, guna menciptakan satu pusat pasar yang terpadu, tertib, dan nyaman.
Dampak Ekonomi: Penggerak Baru Perekonomian Wilayah
Secara analisis ekonomi, kehadiran Pasar Mallengkeri diproyeksikan akan membawa dampak positif yang sangat signifikan, tidak hanya bagi para pedagang yang direlokasi, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi wilayah sekitar.
Dengan konsep pasar yang direncanakan lebih tertata, bersih, dan terintegrasi, kawasan ini diprediksi akan menjadi pusat pertemuan ekonomi baru yang mampu menarik arus distribusi barang dan jasa lebih besar. Dampak berantai yang akan muncul meliputi peningkatan omzet perdagangan, terbukanya lapangan kerja baru, hingga meningkatnya nilai ekonomi dan daya hidup masyarakat di sekitar wilayah Mallengkeri dan sekitarnya.
“Harapan kami, keberadaan Pasar Mallengkeri nantinya tidak sekadar menjadi tempat jual beli, tetapi menjadi penggerak roda perekonomian baru. Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup pedagang serta menciptakan lingkungan perdagangan yang sehat, aman, dan maju sesuai standar kota besar,” tambahnya.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam menyeimbangkan pembangunan infrastruktur fisik dengan penguatan sektor ekonomi rakyat, demi mewujudkan tata kota yang rapi, layak, dan sejahtera bagi seluruh warganya.
Pewarta: Liu/Team Redaksi







